Lorem ipsum dolor prumus versus lorem.

Forex&Stock

Lorem ipsum dolor prumus versus lorem.

Lorem ipsum dolor prumus versus lorem.

AXA Mandiri Financial Advisor on WordPress.com

Apa itu Financial Advisor AXA Mandiri?

Teman, benar jika kalian mengartikan satu persatu kata Financial Advisor dengan kamus, Financial Advisor (FA) bisa diartikan Perencana Keuangan sedangkan AXA Mandiri adalah perusahaan gabungan dari AXA yaitu perusahaan Asuransi terkemuka di dunia dan Mandiri merupakan Bank terbesar di Indonesia saat ini yang memiliki lebih dari 1.200 cabang tersebar di seluruh Indonesia. FA nantinya akan ditempatkan di tiap-tiap cabang tersebut sebagai salah satu jalur distribusi ataupun pemasaran produk Asuransi dari AXA Mandiri.

Financial Advisor (FA) berperan penting sebagai ujung tombak perusahaan yang mencakup layanansalesdanservice. Salesdimana FA bertugas untuk memasarkan /  menawarkan / menjual produk asuransi dari AXA Mandiri sedangkanServicedimana FA juga berperan dalam pelayanan klaim ataupun komplain asuransi dari nasabah AXA Mandiri.

Bagaimana teman, sudah mendapatkan sedikit gambaran tentang Financial Advisor AXA Mandiri? mungkin kalian masih bertanya-tanya dalam hati, apa bedanya Financial Advisor dengan Agen Asuransi? Untuk itu mari kita lanjutkan pembahasannya agar kalian mengetahui apa Beda Agen Asuransi dengan Financial Advisor.

Tugas dan Tanggung Jawab Financial Advisor AXA Mandiri

Banyak yang searching di google dan merujuk kemari dengan kata kunci Tugas dan Tanggung Jawab FA AXA Mandiri, ada juga dengan menambahkan kata kunci FA Syariah. Pada prinsipnya tugas dan tanggung jawab FA Syariah sama dengan FA Konvensional. Tanpa judul khusus dengan menjelajahi blog ini dari awal seharusnya pengunjung sudah bisa mendapatkan gambaran apa tugas dan tanggung jawab FA. Mohon maaf jika saya tidak menjelaskan tugas dan tanggung jawab FA dalam bentuk poin yang mudah dipahami, semoga penjabaran dalam bentuk kalimat dibawah ini cukup membantu.

Financial Advisor (FA) nantinya akan ditempatkan di cabang Bank Mandiri atau Bank Syariah Mandiri. FA kerjanya menjual atau menawarkan asuransi kepada nasabah Bank Mandiri Atau Bank Syariah Mandiri. Ketika nasabah datang ke Bank, FA sebisanya menawarkan nasabah tersebut untuk masuk asuransi. Selain menjual FA juga bertugas melayani klaim dan komplain nasabah. FA kerja berdasarkan target, jika target tidak tercapai maka gajinya akan dipotong 20%.

Kepada Area Sales Manager (ASM / bosnya FA) Financial Advisor membantu agar timnya mencapai target setiap bulannya. Target ASM berasal dari beberapa FA yang ada dibawahnya. FA juga wajib report setiap hari mulai dari pagi, siang dan sore hari. Report disini berupa komitmen dan laporan kegiatan FA ketika bertugas selama satu hari. FA biasanya meeting sepulang kerja hingga malam bersama ASM dan teman-teman FA satu area lain.

Saya rasa itu saja, namun perlu anda ketahui bahwa penjabaran diatas hanya kulitnya saja, jika ingin mengetahui pekerjaan FA secara mendalam maka jelajahilah blog ini mulai dari awal.

Belakangan banyak pengunjung blog ini berasal dari teman-teman FA dari batch lain. Semoga saja teman-teman mau ikut berbagi disini untuk memberikan segala macam informasi berkaitan dengan pekerjaan FA dan pengalamannya selama menjadi FA. Semoga postingan ini dapat bermanfaat bagi pengunjung & silahkan bertanya ataupun berkomentar, Terima kasih.

Financial Advisor dari Berbagai Jurusan

Banyak perusahaan membuka lowongan pekerjaan dengan syarat setiap posisi harus sesuai dengan bidang pendidikan atau jurusannya. Berbeda halnya dengan AXA Mandiri, untuk menjadi Financial Advisor (perencana keuangan) anda tidak harus berlatarbelakang pendidikan ekonomi, bisnis ataupun akuntansi. Teman satu angkatan saya dulu ada yang jurusan bahasa, komunikasi, komputer, perhotelan bahkan ada yang jurusan sastra. Maka dalam hampir 1 bulan, Calon Financial Advisor (CFA) yang direkrut akan ditempa oleh bancassurance academy, dicekoki materi-materi tentang asuransi dan diajari bagaimana caranya menjual asuransi. Simak potongan kisah Mia dalam blognya.

31 Mei 2012 – Mia sekarang dimana? Kerja di mana? Sebagai apa?
Yup, pertanyaan-pertanyaan itulah yang sampai saat ini masih sering gue denger. Mungkin kalo dua bulan lalu, gue cuma cukup jawab “Aku masih nganggur”, Done! selese sampe di situ.. ya meskipun saat itu gue ngerasa nyampah banget hidup, gak kerja, padahal gue kuliah empat taun, SMA 3 taun, SMP 3 taun, dan SD 6 taun.. untungnya gue gak ngalamin TK, jadi beban orang tua gue nyekolahin gak sepanjang orang tua lain.

After that, singkat cerita gue lulus kuliah dengan predikat “sangat memuaskan”, padahal gue juga gak tau dari mana predikat itu bisa gue dapet, dan welcome to the jungle… gue nganggur… lama banget.. Lo bayangin aja, gue ngelamar ke sana kemari dan mencoba kerja ke sana kemari, kayaknya gue uda ceritain deh salah satu perjuangan gue di buat masuk salah satu bank. jadi gak usah gue ulas lagi di sini… Sekarang, dimanakah gue? Seorang Sarjana Gizi?

Tebak!

Perusahaan Asuransi Jiwa.. hahaha…kadang gue ketawa… apalagi kalo misal ditanya orang

Mia kerja dimana? Sebagai apa? Itu uda berasa aib banget kadang kalo gue jelasin… tapi setiap kali gue ditanya, gue akan selalu jawab dengan tegas dan tidak menundukkan kepala. AXA MANDIRI sebagai FINANCIAL ADVISOR yang salah satu tugasnya adalah MENJUAL ASURANSI. Damn… padahal seumur2, gue gak pernah percaya sama yang namanya asuransi, sekarang gue harus kerja nawarin asuransi ke orang2.. apalagi dengan basic gue yang gak tau apa2 tentang asuransi, investasi, perbankan… Arrgghhh gue gak ngerti semua itu… belum lagi gue dikejer2 target yang mencekik leher gue perlahan-lahan dan semakin berasa ketika akhir bulan… lo bayangin aja, tiap hari gue kudu mikir, siapa yang bisa gue jadiin target dan mau naro duitnya di AXA.

Komentar saya : Mia, bukan kamu saja yang merasakannya, saya dan teman-teman satu batch (angkatan) merasakan hal yang serupa. Ketika orang bertanya, “Kerja dimana sekarang?” saya menjawab dengan tegas “Financial Advisor” hmmm begitu keren terdengarnya teman, namun setelah ditanya “Kerjanya apaan?” saya mulai merendahkan suara “Jual asuransi..” dan yang bertanya langsung tersenyum sinis.

Teman, kerja sebagai Financial Advisor (FA) memang penuh dengan tekanan, dikejar-kejar target yang mencekik leher, setiap hari dimarahi ASM itu merupakan hal yang biasa. Belum lagi ditambah pandangan sinis teman, tetangga, guru, dosen, keluarga tentang pekerjaan kita yang menjual asuransi.. apakah pekerjaan sebagai sales selalu dipandang sebelah mata? entahlah. Untuk itu teman, matangkan niat kalian sebelum bergabung disini. Baca blog ini dari awal & jika kalian merasa yakin 100% maka bergabunglah bersama kami, perusahaan asuransi terbesar dan nomor 1 di Indonesia.

Monoton : Kerja Sebagai Financial Advisor di AXA Mandiri

Kerja sebagai Financial Advisor AXA Mandiri itu monoton, melakukan hal yang sama setiap hari, bertemu dengan orang-orang yang sama setiap hari, tidak ada pengalaman baru atau pengembangan diri kearah yang lebih baik karena hal-hal dan tantangan yang dilakukan juga sama, itu-itu saja setiap harinya, pekerjaan ini membuat saya tidak produktif, saya menyiakan potensi yang ada dalam diri saya dengan hanya duduk di balik meja dan hanya menunggu staff cabang memberikan lead (referensi nasabah). Pengalaman tersebut ternyata bukan saya saja yang merasakannya. Simak kisah lanjutan Aramentari setelah sebelumnya ia menceritakan pengalaman bekerja di AXA Mandiri.

26 Juni 2012 – Saat ini yang gue rasain, gue bosen. Sumpah demi apa pun gue jenuh dengan hidup gue, gue gak ngerti apakah gue bosen dengan kerjaan gue, atau gue bosen dengan hidup gue.  Selama 1 bulan 28 hari gue terjebak dalam rutinitas yang sama, bangun tidur – siap2 berangkat kerja – doa pagi – kerja (kadang Cuma leyeh2 doank di gedung yang sama) – pulang – tidur. There is no variation.  Ketemu orang yang sama, orang-orang kantor, dan mungkin nasabah kalo gue lagi pengen kerja, sayangnya jarang banget gue bener2 kerja.

Gue ngerasa gak cocok banget sama kerjaan gue saat ini. Mungkin ini karna mental gue yang mental tempe kali yah, tapi gue ngerasa kaya gitu. Gue gak suka dengan kerjaan gue saat ini, jadi buat ngejalaninnya terasa berat, jatohnya gue lebih milih makan gaji buta daripada beneran kerja. Alaaah, kayaknya itu alibi gue doank karna gue sebenernya orang yang males kali yaaa.. hahaha

Komentar saya : Mia, bukan kamu saja yang merasakan hal seperti itu. Saya dan teman-teman satu batch juga merasakan hal yang sama, bahkan beberapa dari mereka lebih memilih untuk mengundurkan diri daripada bertahan, namun itu bukan pilihan terbaik mengingat denda yang harus dibayar (USD 1000) jika mengundurkan diri sebelum kontrak berakhir maka melalui blog ini saya wanti-wanti kepada mereka yang sedang menjalani proses rekrutmen di AXA Mandiri untuk memikirkan keputusannya matang-matang sebelum tanda tangan kontrak kerja.

Kerja di AXA Mandiri sebagai Financial Advisor itu monoton dan memang benar adanya, bagun pagi kita bergegas ke kantor – setelah tiba di kantor kita briefing atau doa pagi bersama staff cabang – selepas itu kita duduk di meja yang bertuliskan Financial Advisor didepannya, menunggu nasabah yang akan ditawari asuransi – sepanjang hari, minggu dan bulan kita akan bertemu dengan nasabah yang sama (bayangkan ketika kita sudah ditolak oleh nasabah A, apakah besok atau lusa kita akan menawarkan kepadanya kembali asuransi yang kita jual?) – sore hari kita pulang kerja dengan pikiran kalut dan stress – kadang langsung pulang terkadang juga masih harus mengikuti meeting dengan ASM hingga larut malam. Besok pagi kita akan berkata “I HATE EVERY DAY” karena tahu akan melakukan rutinitas yang sama.

Bagaimana teman, siap menjadi Financial Advisor dan menjalani rutinitas yang sama setiap hari sepanjang tahun? Ingat!! bekerja bukan sekedar mencari uang dan melepas status pengangguran, bekerja adalah bagian dari hidup kalian, pikirkan itu baik-baik.

Pengalaman Kerja di AXA Mandiri

Teman, saya menemukan sebuah blog yang menceritakan bagaimana pengalamannya bekerja di AXA Mandiri, blog seorang sarjana gizi yang bekerja sebagai Financial Advisor di AXA Mandiri, blog dengan rangkaian kalimat yang begitu jujur dan lugas berisi luapan hati dan emosi. Mari kita simak potongan kisah Aramentari atau biasa dipanggil Mia, dan disetiap potongan kisahnya saya akan memberikan komentar.

Selasa 17 Juli 2012 – Hari ini, jalan 3 bulan gue kerja sebagai financial advisor di axa mandiri. Tau kan kalian axa mandiri tu anak perusahaan bank mandiri yang bergerak melayani asuransi dan perencanaan keuangan nasabah bank mandiri maupun Bank Syariah Mandiri. Awalnya gue pikir kerjaan ini keren, apalagi gue di syariahnya, apa yang gue pelajari di akademi bikin gue makin yakin untuk berkarir di sini. Karena gue ngerasa dengan membantu orang untuk membuka asuransi dan merencanakan keuangan nasabah, artinya gue udah nolong orang. Tapi, pada prakteknya gue semakin ngerasa bimbang “bener gak si apa yang gue lakuin?”. Sebenernya si gak masalah kalo nasabah gue duitnya banyak, tapi gimana kalo ternyata yang gue tawarin itu duitnya pas-pasan, dan bener2 ngarepin banget hasil dari investasi di axa mandiri.

Komentar saya : Awalnya kita memang akan berfikir bahwa pekerjaan ini memang keren, karena kita ditempatkan di bank dan ditraining selama hampir 1 bulan di bancassurance academy, namun nyatanya pekerjaan sebagai FA tidak sekeren itu. Apa yang diajarkan di academy memang jauh berbeda dengan apa yang terjadi dilapangan, saya yakin apa yang dirasakan oleh Mia juga dirasakan oleh semua FA.

Contoh kasus, ada nasabah yang dateng ke gue setelah kepesertaannya di axa mandiri selama 6 tahun, dia dijanjikan oleh FA sebelumnya akan mendapatkan dana 26 juta setelah tahun ke 6, tapi nyatanya saldo yang terbentuk baru 8 juta.

Kasus lain, nasabah yang menyimpan uangnya 50 juta, dengan harapan setelah tahun ke 3 uangnya akan bertambah, tapi nyatanya setelah tahun ke 3 uangnya malah menjadi 20 juta, dia merasa kehilangan uang senilai 30 juta. Jadilah dia kecewa juga pada AXA.

Komentar saya : Memang banyak nasabah yang KAGET setelah mengetahui uang yang diinvestasikan ternyata tidak sesuai dengan perhitungan. Siapa yang salah? Jelas ini salah FA yang tidak menjelaskan kepada nasabah akan adanya biaya-biaya yang ditanggung oleh nasabah tersebut.

Mungkin yang ada di fikiran FA itu hanyalah gimana caranya klosing agar bisa memenuhi target dan dapet bonus (varkom). Karna jujur, di AXA pressure (tekanannya) gila-gilaan.. lo harus tutup kuping dengan kata2 bos, nah kadang ini juga yang bikin FA menghalalkan segala cara agar bisa mencapai target, salah satunya dengan tidak memberikan informasi biaya2 yang harus ditanggung oleh nasabah ketika mengikuti program asuransi di AXA Mandiri yang dibebankan hingga tahun ke 5.

Komentar saya : Tekanan bekerja sebagai FA berlangsung SETIAP HARI, memutuskan bekerja sebagai FA maka bersiap-siaplah merasakan tantangan STRESS yang luar biasa.

Gue cuma gak mau ada nasabah yang merasa tertipu lagi oleh agen asuransi, dan sebisa mungkin gue gak akan pernah melakukan kecurangan tersebut. Gue lebih baik diomelin bos gara2 gak mencapai target, daripada nasabah gue ngerasa tertipu sama gue dan kecewa di akhir2, gue gak siap nanggung dosanya. Apalagi program yang gue tawarkan adalah asuransi dengan sistem syariah, sebisa mungkin gue juga jualannya syariah.

Komentar saya : Salut buat kamu Mia, dimarahi bos (ASM : Area Sales Manager) sudah menjadi hal memusingkan yang sangat dihindari oleh FA, kamu lebih memilih hal tersebut ketimbang bekerja dengan tidak jujur.

Bagi lo yang dapet panggilan dari axa mandiri, mending fikir lagi..Live is not just about moneykok. Kalo lo jualannya gak bener… berarti lo tanggung sendiri konsekuensinya. Gak sedikit ko FA yang berakhir di balik jeruji.. Kalo lo emank udah jadi FA, plis plis plissss jualanlah dengan cara yang bener, sesuai dengan yang diajarkan di akademi.

Komentar saya : Bagaimana teman? masih tertarik bekerja sebagai Financial Advisor? ikuti terus kisah Mia selanjutnya, terima kasih untuk Mia karena sudah mau berbagi pengalaman di blognya. Untuk mengetahui pekerjaan sebagai Financial Advisor AXA Mandiri itu seperti apa, mulailah menjelajahi blog ini dari awal.

Tidak Lulus Ujian AAJI

Dalam angkatan atau batch kami dulu terdapat beberapa teman yang tidak lulus ujian Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Saat itu kami turut prihatin dan bersedih, mengasihani mereka teman-teman kami yang tidak lulus sehingga harus menghentikan jalannya untuk bekerja sebagai Financial Advisor. Namun sekarang, setelah menjalani pahit, sulit dan STRESSNYA bekerja sebagai Financial Advisor maka kami berkumpul kembali dan berkata “BERUNTUNG sekali mereka yang tidak lulus ujian AAJI”. Mengapa demikian? oke saya akan ceritakan teman.

Sudah saya singgung dihalaman Tentang Blog mengapa saya membuat blog ini. Yups, saya tidak ingin ada lagi orang lain yang bergabung dengan AXA Mandiri untuk bekerja sebagai Financial Advisor TAPI orang tersebut TIDAK TAHU pekerjaannya seperti apa, maka dengan blog ini saya berharap mereka yang ingin berkarir disini telah matang tekadnya dan tidak merasa TERJEBAK seperti saya dan beberapa teman-teman FA lain.

Setelah melalui serangkaian test, Calon Financial Advisor (CFA) akan diminta untuk melakukan medical check up (tes kesehatan) setelah dinyatakan lulus barulah CFA tanda tangan kontrak dilakukan.

Jika setelah tanda tangan kontrak CFA menyatakan batal untuk pergi training ke Jakarta maka CFA wajib mengembalikan biaya tiket pesawat yang sudah dipesan. Bayangkan orang sedang cari kerja itu karena butuh uang harus mengeluarkan uang untuk mengganti biaya pesawat, masuk akalkah?

Jika CFA telah berada di tanah Jakarta untuk melakukan training dan CFA menyatakan batal untuk mengikuti training atau dalam proses training CFA memilih untuk tidak meneruskan proses training maka CFA wajib membayar denda biaya training sebesar USD 1000. Bayangkan ini lebih menakutkan daripada kemungkinan pertama diatas, mau?

Untuk itu kami merasa ada satu celah bagi CFA untuk membatalkan niatnya bekerja sebagai Financial Advisor di AXA Mandiri, sekenario terbaik adalah GAGAL dalam ujian AAJI.

Jika CFA tidak lulus dalam ujian AAJI maka CFA akan diberikan kesempatan kedua dan jika pada kesempatan kedua CFA kembali tidak lulus maka CFA dinyatakan gagal menjadi FA dan akan dipulangkan kembali ke daerah asal tanpa denda, ijazah dikembalikan & biaya pulang tetap ditanggung oleh AXA.

Inilah mengapa kami berkata bahwa “mereka yang tidak lulus AAJI adalah orang-orang yang beruntung”, mereka memiliki kesempatan untuk bekerja diperusahaan lain tanpa ijazahnya ditahan dan tanpa harus membayar USD 1000 jika mengundurkan diri.

Bagaimana teman, apakah anda adalah salah satu CFA yang tidak lulus ujian AAJI? jangan berkecil hati karena sesungguhnya anda adalah orang yang beruntung. Bagi kalian yang sedang dalam proses rekrutmen, berfikirlah matang-matang sebelum tanda tangan kontrak, ingat JANGAN tanda tangan kontrak jika kalian masih merasa ragu.

FA Dipotong Gaji & Kena Denda

Setiap tanggal 25 FA menerima gajinya, ada yang menerima 100% gaji, ada yang hanya menerima 80% gajinya karena tidak mencapai target. Karena sulitnya mencapai target FA sudah bisa memperkirakan berapa gaji yang akan diterimanya diakhir bulan. Namun semua itu belum termasuk denda yang disepakati oleh FA dan Area Sales Manager (ASM). Ada sebagian ASM yang membuat peraturan sendiri, “denda 100 ribu bagi FA yang zero production” maka yang terjadi FA bagaikan jatuh tertimpa tangga. Segala peraturan yang dibuat oleh ASM harus dilakukan oleh FA, jika tidak maka DENDA bagaikan sebuah ancaman menakutkan bagi FA. Jika tidak closing DENDA jika tidak ikut MEETING denda dan lain sebagainya..

Teman, yang saya ceritakan diatas adalah sebagian kecil fakta dilapangan atas apa yang FA alami, tujuan saya agar kalian tidak kaget lagi ketika bergabung bersama kami. Siap menjadi Financial Advisor yang mendapatkan gaji full? bahkan bonus mungkin, siapa yang tahu!

UPDATE :Cerita pengunjung blog yang juga seorang Financial Advisor AXA Mandiri. Identitas tidak ditampilkan.

Aku batch 103 dr region 3. Bulan pertama deploy (penempatan) sih ga MPS (tidak mencapai target) tp dibulan ke 2 dan 3 kemarin MPS dengan varcom (bonus) 4-5 Juta.

Tapi dibulan ini aku kembali zero production karena sudah patah semangat. Kebijakan manajemen baru sangat kejam yang mengahruskan sales clinic (semacam konsultasi) ke pusat AXA tower kuningan setiap team tidak capai target.

Apalagi jika tidak validasi akan didenda sebesar 500ribu. Tidak hadir ke axa tower didenda 100-250 ribu.

Rasanya sudah tak kuat dengan kebijakan-kebijakannya

Komentar saya : Mungkin sebagian dari kalian merasa kaget dengan kebijakan tersebut, namun bagi FA itu merupakan hal yang biasa. Tiap ASM beda kebijakan, beda juga besaran denda yang disepakati.

Disinilah terkadang kekecewaan FA dirasakan bertubi-tubi. Pada saat proses rekrutmen, FA tidak tahu akan ada kewajiban untuk sales clinic, FA tidak tahu akan adanya denda, FA tidak tahu harus meeting hingga larut malam, semua kekecewaan tersebut mendorong FA untuk menyerah atau mengundurkan diri & mau tidak mau menanggung pinalti / denda sebesar USD 1000. Bagaimana teman, melalui blog ini saya sampaikan semua fakta pekerjaan sebagai Financial Advisor secara gamblang. Semoga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi kalian & minimal jika kalian memutuskan untuk tetap bergabung tentunya kalian sudah sadar betul dan mengetahui segala resikonya. Jika kalian sudah yakin, mari melangkah ke AXA Mandiri.

Report Palsu

Pernah mendengar lagu yang dibawakan ayu ting ting? Lagu yang sempat booming beberapa waktu yang lalu tersebut berjudul alamat palsu, kali ini saya mengangkat judul yang mirip dengan judul lagu tersebut yaitu Report Palsu. Financial Advisor (FA) AXA Mandiri setiap pagi, siang dan sore hari wajib mengirimkan report (laporan) kepada Area Sales Managernya (ASM) masing-masing dimana report pagi berisi tentang komitmen yang dibuat untuk hari tersebut, misalnya hari ini FA berkomitmen untuk closing 5 case maka FA menyampaikan komitmennya kepada ASM melalui report pagi. Pada siang hari ketika istirahat makan siang  FA mengirimkan report berupa progres kerja dari pagi hingga siang hari sedangkan pada sore hari FA mengirimkan report berupa hasil kerja selama satu hari penuh.

Sudah bukan rahasia lagi dalam kebijakan report ini, tidak jarang Financial Advisor (FA) baru ataupun FA senior mengirimkan report palsu dimana yang dikirimkan oleh FA kepada ASM tersebut berisi data fiktif. Misalnya dalam report tersebut FA mengaku telah presentasi produk asuransi kepada 10 orang nasabah, padahal kenyataannya ia hanya bertemu dengan 5 orang nasabah. Hal ini tentunya sangat merugikan perusahaan, perusahaan mempekerjakan FA yang tidak jujur, meskipun ia berhasil membohongi ASM namun ia tentunya tidak dapat membohongi dirinya sendiri, FA yang kerjanya malas-malasan dan hanya bisa memberikan report palsu tentunya bukanlah FA yang diharapkan oleh AXA Mandiri.

Teman, kerja sebagai Financial Advisor memang tidak mudah, selain kerja keras dan mental yang kuat diperlukan juga kejujuran dari dalam diri FA itu sendiri agar apa yang dilakukan FA sejalan dengan apa yang menjadi tujuan perusahaan. Report 3 kali dalam 1 hari tentunya akan menjadi beban tersendiri bagi FA, baik itu beban mental maupun beban pulsa, maka dari itu sebelumnya pernah saya bahas tentang ASM yang mewajibkan FA menggunakan blackberry agar dapat menghemat waktu dan biaya dalam proses report. Bagaimana teman, siap menjadi FA yang jujur?


Page 2

Tugas dan Tanggung Jawab Financial Advisor AXA Mandiri

Banyak yang searching di google dan merujuk kemari dengan kata kunci Tugas dan Tanggung Jawab FA AXA Mandiri, ada juga dengan menambahkan kata kunci FA Syariah. Pada prinsipnya tugas dan tanggung jawab FA Syariah sama dengan FA Konvensional. Tanpa judul khusus dengan menjelajahi blog ini dari awal seharusnya pengunjung sudah bisa mendapatkan gambaran apa tugas dan tanggung jawab FA. Mohon maaf jika saya tidak menjelaskan tugas dan tanggung jawab FA dalam bentuk poin yang mudah dipahami, semoga penjabaran dalam bentuk kalimat dibawah ini cukup membantu.

Financial Advisor (FA) nantinya akan ditempatkan di cabang Bank Mandiri atau Bank Syariah Mandiri. FA kerjanya menjual atau menawarkan asuransi kepada nasabah Bank Mandiri Atau Bank Syariah Mandiri. Ketika nasabah datang ke Bank, FA sebisanya menawarkan nasabah tersebut untuk masuk asuransi. Selain menjual FA juga bertugas melayani klaim dan komplain nasabah. FA kerja berdasarkan target, jika target tidak tercapai maka gajinya akan dipotong 20%.

Kepada Area Sales Manager (ASM / bosnya FA) Financial Advisor membantu agar timnya mencapai target setiap bulannya. Target ASM berasal dari beberapa FA yang ada dibawahnya. FA juga wajib report setiap hari mulai dari pagi, siang dan sore hari. Report disini berupa komitmen dan laporan kegiatan FA ketika bertugas selama satu hari. FA biasanya meeting sepulang kerja hingga malam bersama ASM dan teman-teman FA satu area lain.

Saya rasa itu saja, namun perlu anda ketahui bahwa penjabaran diatas hanya kulitnya saja, jika ingin mengetahui pekerjaan FA secara mendalam maka jelajahilah blog ini mulai dari awal.

Belakangan banyak pengunjung blog ini berasal dari teman-teman FA dari batch lain. Semoga saja teman-teman mau ikut berbagi disini untuk memberikan segala macam informasi berkaitan dengan pekerjaan FA dan pengalamannya selama menjadi FA. Semoga postingan ini dapat bermanfaat bagi pengunjung & silahkan bertanya ataupun berkomentar, Terima kasih.


Page 3

Financial Advisor dari Berbagai Jurusan

Banyak perusahaan membuka lowongan pekerjaan dengan syarat setiap posisi harus sesuai dengan bidang pendidikan atau jurusannya. Berbeda halnya dengan AXA Mandiri, untuk menjadi Financial Advisor (perencana keuangan) anda tidak harus berlatarbelakang pendidikan ekonomi, bisnis ataupun akuntansi. Teman satu angkatan saya dulu ada yang jurusan bahasa, komunikasi, komputer, perhotelan bahkan ada yang jurusan sastra. Maka dalam hampir 1 bulan, Calon Financial Advisor (CFA) yang direkrut akan ditempa oleh bancassurance academy, dicekoki materi-materi tentang asuransi dan diajari bagaimana caranya menjual asuransi. Simak potongan kisah Mia dalam blognya.

31 Mei 2012 – Mia sekarang dimana? Kerja di mana? Sebagai apa?
Yup, pertanyaan-pertanyaan itulah yang sampai saat ini masih sering gue denger. Mungkin kalo dua bulan lalu, gue cuma cukup jawab “Aku masih nganggur”, Done! selese sampe di situ.. ya meskipun saat itu gue ngerasa nyampah banget hidup, gak kerja, padahal gue kuliah empat taun, SMA 3 taun, SMP 3 taun, dan SD 6 taun.. untungnya gue gak ngalamin TK, jadi beban orang tua gue nyekolahin gak sepanjang orang tua lain.

After that, singkat cerita gue lulus kuliah dengan predikat “sangat memuaskan”, padahal gue juga gak tau dari mana predikat itu bisa gue dapet, dan welcome to the jungle… gue nganggur… lama banget.. Lo bayangin aja, gue ngelamar ke sana kemari dan mencoba kerja ke sana kemari, kayaknya gue uda ceritain deh salah satu perjuangan gue di buat masuk salah satu bank. jadi gak usah gue ulas lagi di sini… Sekarang, dimanakah gue? Seorang Sarjana Gizi?

Tebak!

Perusahaan Asuransi Jiwa.. hahaha…kadang gue ketawa… apalagi kalo misal ditanya orang

Mia kerja dimana? Sebagai apa? Itu uda berasa aib banget kadang kalo gue jelasin… tapi setiap kali gue ditanya, gue akan selalu jawab dengan tegas dan tidak menundukkan kepala. AXA MANDIRI sebagai FINANCIAL ADVISOR yang salah satu tugasnya adalah MENJUAL ASURANSI. Damn… padahal seumur2, gue gak pernah percaya sama yang namanya asuransi, sekarang gue harus kerja nawarin asuransi ke orang2.. apalagi dengan basic gue yang gak tau apa2 tentang asuransi, investasi, perbankan… Arrgghhh gue gak ngerti semua itu… belum lagi gue dikejer2 target yang mencekik leher gue perlahan-lahan dan semakin berasa ketika akhir bulan… lo bayangin aja, tiap hari gue kudu mikir, siapa yang bisa gue jadiin target dan mau naro duitnya di AXA.

Komentar saya : Mia, bukan kamu saja yang merasakannya, saya dan teman-teman satu batch (angkatan) merasakan hal yang serupa. Ketika orang bertanya, “Kerja dimana sekarang?” saya menjawab dengan tegas “Financial Advisor” hmmm begitu keren terdengarnya teman, namun setelah ditanya “Kerjanya apaan?” saya mulai merendahkan suara “Jual asuransi..” dan yang bertanya langsung tersenyum sinis.

Teman, kerja sebagai Financial Advisor (FA) memang penuh dengan tekanan, dikejar-kejar target yang mencekik leher, setiap hari dimarahi ASM itu merupakan hal yang biasa. Belum lagi ditambah pandangan sinis teman, tetangga, guru, dosen, keluarga tentang pekerjaan kita yang menjual asuransi.. apakah pekerjaan sebagai sales selalu dipandang sebelah mata? entahlah. Untuk itu teman, matangkan niat kalian sebelum bergabung disini. Baca blog ini dari awal & jika kalian merasa yakin 100% maka bergabunglah bersama kami, perusahaan asuransi terbesar dan nomor 1 di Indonesia.

Monoton : Kerja Sebagai Financial Advisor di AXA Mandiri

Kerja sebagai Financial Advisor AXA Mandiri itu monoton, melakukan hal yang sama setiap hari, bertemu dengan orang-orang yang sama setiap hari, tidak ada pengalaman baru atau pengembangan diri kearah yang lebih baik karena hal-hal dan tantangan yang dilakukan juga sama, itu-itu saja setiap harinya, pekerjaan ini membuat saya tidak produktif, saya menyiakan potensi yang ada dalam diri saya dengan hanya duduk di balik meja dan hanya menunggu staff cabang memberikan lead (referensi nasabah). Pengalaman tersebut ternyata bukan saya saja yang merasakannya. Simak kisah lanjutan Aramentari setelah sebelumnya ia menceritakan pengalaman bekerja di AXA Mandiri.

26 Juni 2012 – Saat ini yang gue rasain, gue bosen. Sumpah demi apa pun gue jenuh dengan hidup gue, gue gak ngerti apakah gue bosen dengan kerjaan gue, atau gue bosen dengan hidup gue.  Selama 1 bulan 28 hari gue terjebak dalam rutinitas yang sama, bangun tidur – siap2 berangkat kerja – doa pagi – kerja (kadang Cuma leyeh2 doank di gedung yang sama) – pulang – tidur. There is no variation.  Ketemu orang yang sama, orang-orang kantor, dan mungkin nasabah kalo gue lagi pengen kerja, sayangnya jarang banget gue bener2 kerja.

Gue ngerasa gak cocok banget sama kerjaan gue saat ini. Mungkin ini karna mental gue yang mental tempe kali yah, tapi gue ngerasa kaya gitu. Gue gak suka dengan kerjaan gue saat ini, jadi buat ngejalaninnya terasa berat, jatohnya gue lebih milih makan gaji buta daripada beneran kerja. Alaaah, kayaknya itu alibi gue doank karna gue sebenernya orang yang males kali yaaa.. hahaha

Komentar saya : Mia, bukan kamu saja yang merasakan hal seperti itu. Saya dan teman-teman satu batch juga merasakan hal yang sama, bahkan beberapa dari mereka lebih memilih untuk mengundurkan diri daripada bertahan, namun itu bukan pilihan terbaik mengingat denda yang harus dibayar (USD 1000) jika mengundurkan diri sebelum kontrak berakhir maka melalui blog ini saya wanti-wanti kepada mereka yang sedang menjalani proses rekrutmen di AXA Mandiri untuk memikirkan keputusannya matang-matang sebelum tanda tangan kontrak kerja.

Kerja di AXA Mandiri sebagai Financial Advisor itu monoton dan memang benar adanya, bagun pagi kita bergegas ke kantor – setelah tiba di kantor kita briefing atau doa pagi bersama staff cabang – selepas itu kita duduk di meja yang bertuliskan Financial Advisor didepannya, menunggu nasabah yang akan ditawari asuransi – sepanjang hari, minggu dan bulan kita akan bertemu dengan nasabah yang sama (bayangkan ketika kita sudah ditolak oleh nasabah A, apakah besok atau lusa kita akan menawarkan kepadanya kembali asuransi yang kita jual?) – sore hari kita pulang kerja dengan pikiran kalut dan stress – kadang langsung pulang terkadang juga masih harus mengikuti meeting dengan ASM hingga larut malam. Besok pagi kita akan berkata “I HATE EVERY DAY” karena tahu akan melakukan rutinitas yang sama.

Bagaimana teman, siap menjadi Financial Advisor dan menjalani rutinitas yang sama setiap hari sepanjang tahun? Ingat!! bekerja bukan sekedar mencari uang dan melepas status pengangguran, bekerja adalah bagian dari hidup kalian, pikirkan itu baik-baik.

Pengalaman Kerja di AXA Mandiri

Teman, saya menemukan sebuah blog yang menceritakan bagaimana pengalamannya bekerja di AXA Mandiri, blog seorang sarjana gizi yang bekerja sebagai Financial Advisor di AXA Mandiri, blog dengan rangkaian kalimat yang begitu jujur dan lugas berisi luapan hati

dan emosi. Mari kita simak potongan kisah Aramentari atau biasa dipanggil Mia, dan disetiap potongan kisahnya saya akan memberikan komentar.

Selasa 17 Juli 2012 – Hari ini, jalan 3 bulan gue kerja sebagai financial advisor di axa mandiri. Tau kan kalian axa mandiri tu anak perusahaan bank mandiri yang bergerak melayani asuransi dan perencanaan keuangan nasabah bank mandiri maupun Bank Syariah Mandiri. Awalnya gue pikir kerjaan ini keren, apalagi gue di syariahnya, apa yang gue pelajari di akademi bikin gue makin yakin untuk berkarir di sini. Karena gue ngerasa dengan membantu orang untuk membuka asuransi dan merencanakan keuangan nasabah, artinya gue udah nolong orang. Tapi, pada prakteknya gue semakin ngerasa bimbang “bener gak si apa yang gue lakuin?”. Sebenernya si gak masalah kalo nasabah gue duitnya banyak, tapi gimana kalo ternyata yang gue tawarin itu duitnya pas-pasan, dan bener2 ngarepin banget hasil dari investasi di axa mandiri.

Komentar saya : Awalnya kita memang akan berfikir bahwa pekerjaan ini memang keren, karena kita ditempatkan di bank dan ditraining selama hampir 1 bulan di bancassurance academy, namun nyatanya pekerjaan sebagai FA tidak sekeren itu. Apa yang diajarkan di academy memang jauh berbeda dengan apa yang terjadi dilapangan, saya yakin apa yang dirasakan oleh Mia juga dirasakan oleh semua FA.

Contoh kasus, ada nasabah yang dateng ke gue setelah kepesertaannya di axa mandiri selama 6 tahun, dia dijanjikan oleh FA sebelumnya akan mendapatkan dana 26 juta setelah tahun ke 6, tapi nyatanya saldo yang terbentuk baru 8 juta.

Kasus lain, nasabah yang menyimpan uangnya 50 juta, dengan harapan setelah tahun ke 3 uangnya akan bertambah, tapi nyatanya setelah tahun ke 3 uangnya malah menjadi 20 juta, dia merasa kehilangan uang senilai 30 juta. Jadilah dia kecewa juga pada AXA.

Komentar saya : Memang banyak nasabah yang KAGET setelah mengetahui uang yang diinvestasikan ternyata tidak sesuai dengan perhitungan. Siapa yang salah? Jelas ini salah FA yang tidak menjelaskan kepada nasabah akan adanya biaya-biaya yang ditanggung oleh nasabah tersebut.

Mungkin yang ada di fikiran FA itu hanyalah gimana caranya klosing agar bisa memenuhi target dan dapet bonus (varkom). Karna jujur, di AXA pressure (tekanannya) gila-gilaan.. lo harus tutup kuping dengan kata2 bos, nah kadang ini juga yang bikin FA menghalalkan segala cara agar bisa mencapai target, salah satunya dengan tidak memberikan informasi biaya2 yang harus ditanggung oleh nasabah ketika mengikuti program asuransi di AXA Mandiri yang dibebankan hingga tahun ke 5.

Komentar saya : Tekanan bekerja sebagai FA berlangsung SETIAP HARI, memutuskan bekerja sebagai FA maka bersiap-siaplah merasakan tantangan STRESS yang luar biasa.

Gue cuma gak mau ada nasabah yang merasa tertipu lagi oleh agen asuransi, dan sebisa mungkin gue gak akan pernah melakukan kecurangan tersebut. Gue lebih baik diomelin bos gara2 gak mencapai target, daripada nasabah gue ngerasa tertipu sama gue dan kecewa di akhir2, gue gak siap nanggung dosanya. Apalagi program yang gue tawarkan adalah asuransi dengan sistem syariah, sebisa mungkin gue juga jualannya syariah.

Komentar saya : Salut buat kamu Mia, dimarahi bos (ASM : Area Sales Manager) sudah menjadi hal memusingkan yang sangat dihindari oleh FA, kamu lebih memilih hal tersebut ketimbang bekerja dengan tidak jujur.

Bagi lo yang dapet panggilan dari axa mandiri, mending fikir lagi..Live is not just about moneykok. Kalo lo jualannya gak bener… berarti lo tanggung sendiri konsekuensinya. Gak sedikit ko FA yang berakhir di balik jeruji.. Kalo lo emank udah jadi FA, plis plis plissss jualanlah dengan cara yang bener, sesuai dengan yang diajarkan di akademi.

Komentar saya : Bagaimana teman? masih tertarik bekerja sebagai Financial Advisor? ikuti terus kisah Mia selanjutnya, terima kasih untuk Mia karena sudah mau berbagi pengalaman di blognya. Untuk mengetahui pekerjaan sebagai Financial Advisor AXA Mandiri itu seperti apa, mulailah menjelajahi blog ini dari awal.

Tidak Lulus Ujian AAJI

Dalam angkatan atau batch kami dulu terdapat beberapa teman yang tidak lulus ujian Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Saat itu kami turut prihatin dan bersedih, mengasihani mereka teman-teman kami yang tidak lulus sehingga harus menghentikan jalannya untuk bekerja sebagai Financial Advisor. Namun sekarang, setelah menjalani pahit, sulit dan STRESSNYA bekerja sebagai Financial Advisor maka kami berkumpul kembali dan berkata “BERUNTUNG sekali mereka yang tidak lulus ujian AAJI”. Mengapa demikian? oke saya akan ceritakan teman.

Sudah saya singgung dihalaman Tentang Blog mengapa saya membuat blog ini. Yups, saya tidak ingin ada lagi orang lain yang bergabung dengan AXA Mandiri untuk bekerja sebagai Financial Advisor TAPI orang tersebut TIDAK TAHU pekerjaannya seperti apa, maka dengan blog ini saya berharap mereka yang ingin berkarir disini telah matang tekadnya dan tidak merasa TERJEBAK seperti saya dan beberapa teman-teman FA lain.

Setelah melalui serangkaian test, Calon Financial Advisor (CFA) akan diminta untuk melakukan medical check up (tes kesehatan) setelah dinyatakan lulus barulah CFA tanda tangan kontrak dilakukan.

Jika setelah tanda tangan kontrak CFA menyatakan batal untuk pergi training ke Jakarta maka CFA wajib mengembalikan biaya tiket pesawat yang sudah dipesan. Bayangkan orang sedang cari kerja itu karena butuh uang harus mengeluarkan uang untuk mengganti biaya pesawat, masuk akalkah?

Jika CFA telah berada di tanah Jakarta untuk melakukan training dan CFA menyatakan batal untuk mengikuti training atau dalam proses training CFA memilih untuk tidak meneruskan proses training maka CFA wajib membayar denda biaya training sebesar USD 1000. Bayangkan ini lebih menakutkan daripada kemungkinan pertama diatas, mau?

Untuk itu kami merasa ada satu celah bagi CFA untuk membatalkan niatnya bekerja sebagai Financial Advisor di AXA Mandiri, sekenario terbaik adalah GAGAL dalam ujian AAJI.

Jika CFA tidak lulus dalam ujian AAJI maka CFA akan diberikan kesempatan kedua dan jika pada kesempatan kedua CFA kembali tidak lulus maka CFA dinyatakan gagal menjadi FA dan akan dipulangkan kembali ke daerah asal tanpa denda, ijazah dikembalikan & biaya pulang tetap ditanggung oleh AXA.

Inilah mengapa kami berkata bahwa “mereka yang tidak lulus AAJI adalah orang-orang yang beruntung”, mereka memiliki kesempatan untuk bekerja diperusahaan lain tanpa ijazahnya ditahan dan tanpa harus membayar USD 1000 jika mengundurkan diri.

Bagaimana teman, apakah anda adalah salah satu CFA yang tidak lulus ujian AAJI? jangan berkecil hati karena sesungguhnya anda adalah orang yang beruntung. Bagi kalian yang sedang dalam proses rekrutmen, berfikirlah matang-matang sebelum tanda tangan kontrak, ingat JANGAN tanda tangan kontrak jika kalian masih merasa ragu.

FA Dipotong Gaji & Kena Denda

Setiap tanggal 25 FA menerima gajinya, ada yang menerima 100% gaji, ada yang hanya menerima 80% gajinya karena tidak mencapai target. Karena sulitnya mencapai target FA sudah bisa memperkirakan berapa gaji yang akan diterimanya diakhir bulan. Namun semua itu belum termasuk denda yang disepakati oleh FA dan Area Sales Manager (ASM). Ada sebagian ASM yang membuat peraturan sendiri, “denda 100 ribu bagi FA yang zero production” maka yang terjadi FA bagaikan jatuh tertimpa tangga. Segala peraturan yang dibuat oleh ASM harus dilakukan oleh FA, jika tidak maka DENDA bagaikan sebuah ancaman menakutkan bagi FA. Jika tidak closing DENDA jika tidak ikut MEETING denda dan lain sebagainya..

Teman, yang saya ceritakan diatas adalah sebagian kecil fakta dilapangan atas apa yang FA alami, tujuan saya agar kalian tidak kaget lagi ketika bergabung bersama kami. Siap menjadi Financial Advisor yang mendapatkan gaji full? bahkan bonus mungkin, siapa yang tahu!

UPDATE :Cerita pengunjung blog yang juga seorang Financial Advisor AXA Mandiri. Identitas tidak ditampilkan.

Aku batch 103 dr region 3. Bulan pertama deploy (penempatan) sih ga MPS (tidak mencapai target) tp dibulan ke 2 dan 3 kemarin MPS dengan varcom (bonus) 4-5 Juta.

Tapi dibulan ini aku kembali zero production karena sudah patah semangat. Kebijakan manajemen baru sangat kejam yang mengahruskan sales clinic (semacam konsultasi) ke pusat AXA tower kuningan setiap team tidak capai target.

Apalagi jika tidak validasi akan didenda sebesar 500ribu. Tidak hadir ke axa tower didenda 100-250 ribu.

Rasanya sudah tak kuat dengan kebijakan-kebijakannya

Komentar saya : Mungkin sebagian dari kalian merasa kaget dengan kebijakan tersebut, namun bagi FA itu merupakan hal yang biasa. Tiap ASM beda kebijakan, beda juga besaran denda yang disepakati.

Disinilah terkadang kekecewaan FA dirasakan bertubi-tubi. Pada saat proses rekrutmen, FA tidak tahu akan ada kewajiban untuk sales clinic, FA tidak tahu akan adanya denda, FA tidak tahu harus meeting hingga larut malam, semua kekecewaan tersebut mendorong FA untuk menyerah atau mengundurkan diri & mau tidak mau menanggung pinalti / denda sebesar USD 1000. Bagaimana teman, melalui blog ini saya sampaikan semua fakta pekerjaan sebagai Financial Advisor secara gamblang. Semoga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi kalian & minimal jika kalian memutuskan untuk tetap bergabung tentunya kalian sudah sadar betul dan mengetahui segala resikonya. Jika kalian sudah yakin, mari melangkah ke AXA Mandiri.


Page 4

Report Palsu

Pernah mendengar lagu yang dibawakan ayu ting ting? Lagu yang sempat booming beberapa waktu yang lalu tersebut berjudul alamat palsu, kali ini saya mengangkat judul yang mirip dengan judul lagu tersebut yaitu Report Palsu. Financial Advisor (FA) AXA Mandiri setiap pagi, siang dan sore hari wajib mengirimkan report (laporan) kepada Area Sales Managernya (ASM) masing-masing dimana report pagi berisi tentang komitmen yang dibuat untuk hari tersebut, misalnya hari ini FA berkomitmen untuk closing 5 case maka FA menyampaikan komitmennya kepada ASM melalui report pagi. Pada siang hari ketika istirahat makan siang  FA mengirimkan report berupa progres kerja dari pagi hingga siang hari sedangkan pada sore hari FA mengirimkan report berupa hasil kerja selama satu hari penuh.

Sudah bukan rahasia lagi dalam kebijakan report ini, tidak jarang Financial Advisor (FA) baru ataupun FA senior mengirimkan report palsu dimana yang dikirimkan oleh FA kepada ASM tersebut berisi data fiktif. Misalnya dalam report tersebut FA mengaku telah presentasi produk asuransi kepada 10 orang nasabah, padahal kenyataannya ia hanya bertemu dengan 5 orang nasabah. Hal ini tentunya sangat merugikan perusahaan, perusahaan mempekerjakan FA yang tidak jujur, meskipun ia berhasil membohongi ASM namun ia tentunya tidak dapat membohongi dirinya sendiri, FA yang kerjanya malas-malasan dan hanya bisa memberikan report palsu tentunya bukanlah FA yang diharapkan oleh AXA Mandiri.

Teman, kerja sebagai Financial Advisor memang tidak mudah, selain kerja keras dan mental yang kuat diperlukan juga kejujuran dari dalam diri FA itu sendiri agar apa yang dilakukan FA sejalan dengan apa yang menjadi tujuan perusahaan. Report 3 kali dalam 1 hari tentunya akan menjadi beban tersendiri bagi FA, baik itu beban mental maupun beban pulsa, maka dari itu sebelumnya pernah saya bahas tentang ASM yang mewajibkan FA menggunakan blackberry agar dapat menghemat waktu dan biaya dalam proses report. Bagaimana teman, siap menjadi FA yang jujur?

Tidak Capai Target, Gaji Financial Advisor Dipotong

Pemotongan gaji ketika tidak mencapai target adalah kebijakan yang sudah biasa diberlakukan bagi tenaga penjual dalam sebuah perusahaan. Setiap perusahaan tentunya tidak ingin mempekerjakan tenaga penjualnya yang tidak produktif yang hanya menjadi beban bagi team, untuk itulah kebijakan ini dibuat, hal ini diharapkan dapat memacu tenaga penjual agar bekerja keras demi mencapai targetnya. Sama halnya dengan pekerjaan sebagai Financial Advisor (FA), pekerjaan ini juga memiliki target. Target tersebut menentukan apakah FA mendapatkan gaji penuh atau dipotong. Ketika FA tidak mencapai target maka gaji akan dipotong 20% sehingga FA hanya akan menerima 80% gajinya.

Untuk mendapatkan gaji penuh tanpa dipotong FA harus mendapatkan nasabah baru yang membuka polis asuransi, katakanlah 6 case dalam 1 bulan. Namun tantangannya tidak semudah itu teman, nilai polis yang dibuka juga harus mencapai target jumlah yang ditentukan. Maka secara tidak langsung ada 2 syarat agar FA mendapatkan gaji penuh, target case dan target nilai.

Teman, siapa bilang kerja sebagai sales itu mudah. Siap bekerja dengan target? Jika target membuat kalian stress, maka berpikirlah 2 kali untuk bergabung bersama kami , tapi jika target membuat hidup kalian bergairah, saya yakin pekerjaan ini sangat cocok bagi kalian, maka bergabunglah dan bersiap-siap untuk sukses bersama AXA Mandiri. Dan selain pemotongan gaji, kalian juga harus siap dengan adanya denda.

Financial Advisor Yang Menjadi Beban Team

Sudah baca artikel sebelumnya teman? saya harap kalian sudah membacanya secara menyeluruh. Financial Advisor bekerja setiap harinya dari pagi hingga sore dengan satu tujuan, bagaimana agar ia bisa closing, bagaimana agar ia bisa mendapatkan nasabah yang membutuhkan asuransi. Jika dari jam 9 pagi hingga jam 3 sore (bank tutup) FA belum juga mendapatkan nasabah atau dengan kata lain belum closing maka FA patut gelisah. Setiap sore FA wajib mengirimkan report melalui SMS ataupun report melalui BBM yang isinya berupa hasil pencapaian kerja harian kepada Area Sales Manager (ASM). Apa isi SMS atau BBM balasan dari ASM ketika FA tidak mencapai hasil alias 0 (nol) atau zero production?

“Nol lagi !!! apa saja kerjamu hari ini??? Perusahaan tidak membayarmu untuk duduk-duduk bersantai, kapan kamu bisa closing? jangan hanya menjadi beban team !” 

Bagaimana teman? sanggup mendapatkan SMS seperti itu? jika perasaan kalian tidak bergejolak membaca pesan diatas maka saya yakin pekerjaan ini cocok bagi kalian, mental kalian sudah cukup kuat untuk menerima tekanan. Teman, kerja sebagai FA memang tidak mudah, penuh dengan tekanan karena perusahaan tidak mentolerir FAParasityang hanya makan gaji buta alias kerja tanpa hasil. Jika setiap hari FA tidak mendapatkan nasabah baru dan dalam 1 bulan tidak mencapai target maka FA hanya akan menjadi beban bagi teamnya. ASM punya target, dari mana targetnya? dari FA yang berada dalam teamnya, jika kalian tidak produksi selain gaji dipotong kalian hanya akan menjadi beban bagi team. So, siap menjadi FA yang handal?

Financial Advisor dan Blackberry

Blackberry bukan hanya jadi trend saat ini melainkan menjadi sebuah kebutuhan, pada awal kemunculannya barang ini terbilang cukup mewah untuk dimiliki. Berbeda dengan kondisi saat ini, tidak sulit menemukan karyawan kantoran hingga anak sekolahan menenteng Blackberry karena harganya sudah semakin terjangkau. Selain gengsi, kemudahan layanan yang menjadi alasan banyak orang beralih ke Blackberry mulai daripushmailhinggaBlackberry Messenger(BBM). Pekerjaan Financial Advisor (FA) cukup erat kaitannya dengan blackberry, karena mulai dari masa training sebagian besar peserta sudah menggunakan blackberry membuat peserta yang tidak memakai BB terkadang minder, calon financial advisor yang lulus training dan menjadi financial advisor pun ada yang mengganti HP nya dengan blackberry baik itu karena keinginan sendiri ataupun karena anjuran dari Area Sales Manager (ASM), tidak sedikit ASM yang mewajibkan FA nya menggunakan blackberry, minimal setelah 3 bulan bekerja FA diharapkan sudah membeli blackberry. Untuk apa? untuk mempermudah komunikasi, dengan BB penyampaian informasi dan report dalam satu tim akan lebih cepat, mudah dan murah.

Ada FA Senior yang menyindir bahwa penggunaan blackberry hanya akan mempercepat dan mempermudah ASM untuk marah-marah setiap waktu terutama ketika FA tidak mencapai target.

Teman, untuk bekerja sebagai Financial Advisor (FA) tentunya butuh modal, mulai dari persiapan dana selama masa training yang memakan waktu hampir 1 bulan hingga membeli blackberry untuk kemudahan komunikasi. Belum lagi jika kalian ditempatkan di luar kota, tentu kalian harus menyisihkan sebagian gaji sebagai Financial Advisor untuk menyewa kost ataupun tempat tinggal. Apapun itu tentunya akan sebanding jika kalian bisa sukses berkarir disini.


Page 5

Financial Advisor ‘Bunuh Diri’

Istilah yang begitu ekstrim yaitu ‘bunuh diri’ digunakan oleh Area Sales Manager (ASM) ketika ada Financial Advisor AXA Mandiri yang berada dalam timnya belumclosingsatu pun (nol/zero production) hingga minggu ketiga, istilah buhuh diri disini secara sederhana diartikan sebagaiberkorban membuka polis asuransi untuk diri sendiri . Lalu kenapa dikatakan bunuh diri? tentunya ini negatif dan dapat menimbulkan perbedaan pendapat dari setiap orang yang membacanya. Saya tidak ingin membahas penggunaan istilah bunuh diri disini, yang pasti jika FA tidak bisaclosingmaka ia harusclosingatas nama dirinya sendiri, FA seperti ini bisa dikategorikan sebagai FA yang menderita. Simak pernyataan ASM berikut ini.

ASM : “Bagaimana ini sudah minggu ketiga kok belum juga adaclosing ?” FA : “Maaf bu, saya sudah berusaha tetapi belum ada hasil”

ASM : “Saya tidak mau tahu, pokoknya kamu harusclosinguntuk diri kamu sendiri”

FA : “Saya tidak ada uang bu” ASM : ”Pakai gaji kamu !” FA : “Kan belum gajian bu?”

ASM : ”Makanya hari iniclosing , kalau gak besok kamu harus bunuh diri”


FA : ” Whattt ?? Bunuh diri??!!”

Menurut ASM untuk menjual asuransi seorang FA harus memiliki asuransi terlebih dahulu, dengan itu FA secara tidak langsung akan lebih yakin dengan produk yang ia dijual. Dan jika hal ini terjadi maka Financial Advisor harus menyisihkan sebagian gaji per bulannya untuk membayar premi asuransi. Teman, untuk mencapai target memang sulit, tidak ada yang bilang pekerjaan sebagai sales itu mudah, maka dari itu pikirkan matang-matang sebelum bergabung dengan AXA Mandiri dan bekerja sebagai Financial Advisor agar kalian dapat bekerja secara maksimal tanpa harus menjadi beban tim ataupun ‘bunuh diri’.

Financial Advisor yang Menderita

Sejauh saya yakin kalian sudah mendapat begitu banyak gambaran tentang pekerjaan sebagai financial advisor dan jobdesk financial advisor setelah membaca blog ini dari awal. Regional Sales Manager (RSM) dalam meetingnya mengatakan bahwa “Hanya ada 3 jenis Financial Advisor AXA Mandiri, pertama FA biasa-biasa saja, FA luar biasa dan FA menderita”. Saya yakin anda pasti langsung bisa menebak perbedaan dari ketiga jenis FA yang disebutkan diatas, yups tepat sekali teman, semua itu dinilai berdasarkan pencapaian targetnya. Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan gambaran tentang Financial Advisor yang menderita.

Ia bangun pagi, persis seperti pola ketika training di Jakarta, kemudian berusaha datang lebih awal dari staff bank agar bisa melakukan pendekatan dengan mereka, ia juga berusaha pulang paling akhir atau minimal bersamaan dengan staff bank agar dipandang rajin oleh kepala cabang, ia berusaha memberikan pertolongan kepada semua staff cabang, ia berusaha tersenyum dan memuji dengan tulus kepada setiap staff cabang, ia duduk dengan tenang di meja yang bertuliskan Financial Advisor dan berharap akan mendapatkan referensi nasabah ( lead ) dari staff cabang.

Setelah satu minggu pertama penempatan belum ada satupun lead yang ia dapatkan, ia pun mulai gelisah dan mencoba berusaha lebih keras menawarkan asuransi kepada nasabah yang datang ke bank dan juga ia tetap berusaha aktif melakukan pendekatan dengan staff cabang, memberikan gambaran benefit yang dapat diterima oleh staff cabang apabila memberikanleadkepadanya, ia juga mulai rajin mentraktir staff cabang, mulai dengan membelikan gorengan hinggaj.co donuts . Ia pun tidak sungkan lagi menawarkan jasa mengantarkan staff cabang pulang kerumahnya dengan menggunakan kendaraannya sendiri.

Minggu kedua meskipun sedikit ia mulai mendapatkanleadnamun belum jugaclosing , ia mulai berusaha lebih giat lagi, ia masuk ke ruangan marketing memohon kepada mereka agar bersedia mengajaknya ketika mereka keluar menemui nasabah atau mencari prospek nasabah, ia rela keluar bank siang hari ketika matahari begitu terik dan pulang sore hari melewati jam kerja pada umumnya.

Minggu ketiga sang FA sudah mulai depresi, kebingungan, merasa seperti orang bodoh yang duduk termenung di mejanya, pura-pura sibuk ketika kepala cabang lewat dihadapannya, pura-pura mencari barang di laci atau pura-pura mengetik sesuatu di komputernya, di minggu ketiga ini tekanan dariArea Sales Manager(ASM) sudah semakin besar, ia semakin gelisah ketika melihat kalender dan melihat teman-teman satu timnya sudah mulai mencapai target sedangkan ia masih nol (0) atauzero production .

Teman, bisa dibayangkan betapa menderitanya FA tersebut. Begitu merasa tertekan dan stress. Diperjalanan pulang dan pergi, ketika makan, sebelum tidur bahkan didalam mimpinya pun ia memikirkan target, sepanjang hari hanya ada target, target dan target dikepalanya. Kalau sudah seperti ini biasanya ASM akan mengeluarkan wasiat terakhir kepada sang Financial Advisor yang sedang menderita, ”Kamu terpaksa bunuh diri”.

Ketika Financial Advisor Menawarkan Asuransi

Teman, tantangan berkarir sebagai Financial Advisor tidak hanya terletak pada Kendala Financial Advisor di Bank Mandiri ketika penempatan, setelah prahara penempatan usai ada hal lain yang juga menuntut kesabaran, keteguhan dan ketegaran yang luar biasa dari dalam diri dan jiwa seorang Financial Advisor, setelah berbagai kendala ketika di penempatan, FA dihadapkan pada sebuah tembok besar dan tinggi yang juga menghalangi karirnya yaitu kesadaran masyarakat untuk memiliki asuransi. Disinilah tantangan sekaligus tugas FA untuk meyakinkan nasabah akan pentingnya asuransi (proteksi/perlindungan) bagi kehidupan yang penuh dengan resiko ataupun ketidakpastian.

Siapasalespaling hebat di Dunia? jawabannya adalahsalesasuransi. Menjual asuransi jauh lebih sulit dari pada menjual handphone, motor, mobil ataupun rumah. Ketikasalesmenjual sebuah mobil ia cukup membawa brosur lengkap berisikan spesifikasi dan gambar mobil, selanjutnyasalesdapat menjelaskan kelebihan ataupun keunggulan mobil tersebut, pembeli pun dapat melihat wujud dan mencoba produk yang ditawarkan. Berbeda halnya dengan asuransi, apakah nasabah dapat melihat dan mencoba produknya? kemampuan dalam mengolah kata sangatlah penting dalam menjual asuransi, FA harus bisa meyakinkan nasabah akan manfaat asuransi meskipun dalam prakteknya FA yang pandai berbicara pun masih juga menghadapi penolakan-penolakan dari nasabah.

Beberapa bentuk penolakan yang paling populer sebagai senjata rahasia nasabah ketika FA menawarkan produknya adalah :

  1. Saya masih muda, belum butuh asuransi
  2. Saya pikir-pikir dulu ya
  3. Saya diskusikan sama suami/istri dulu
  4. Saya sudah memiliki asuransi lain
  5. Saya tidak punya uang untuk membayar asuransi

Selain penolakan tidak jarang nasabah menunjukkan secara langsung ketika ia merasa terganggu dengan kehadiran FA menawarkan produk asuransi kepadanya, dalam kasus ini Financial Advisor tidak akan bisa berbuat banyak. Teman, jika kalian tidak memiliki kemampuan untuk meyakinkan orang lain dan jika kalian tidak terbiasa menghadapi penolakan maka bisa dipastikan pekerjaan sebagai Financial Advisor bukanlah pilihan yang tepat bagi kalian. Apabila kalian telah membaca seluruh isi blog ini dari awal dan tetap yakin akan keputusan kalian untuk bergabung dengan AXA Mandiri, saya rasa kalian akan menjadi FA yang sukses dalam waktu kurang dari 1 tahun. FA harus tahan banting, FA yang sukses adalah FA yang sudah putus urat malunya, ia tidak perduli ketika menghadapi penolakan, ia bermental baja yang dapat menghancurkan setinggi dan sebesar apapun tembok penghalang yang ada di depannya. Tanpa keteguhan yang kuat maka kalian hanya akan menjadi Financial Advisor yang Menderita.

Kendala Financial Advisor di Bank Mandiri

Teman, jika kalian menyimak semua tulisan saya dari awal, tentunya kalian akan mendapatkan gambaran yang semakin jelas tentang pekerjaan sebagai Financial Advisor. Pada tulisan sebelumnya pun saya telah memaparkan Pentingnya Staff Cabang Bagi Financial Advisor dan kali ini, saya akan memberikan gambaran kepada kalian beberapa kendala yang biasanya dihadapi Financial Advisor ketika penempatan di cabang-cabang Bank Mandiri ataupun Bank Syariah Mandiri.

Tahukah teman, banyak cerita yang muncul ketika penempatan Financial Advisor (FA), ada FA yang ditempatkan di daerah terpencil, ditempatkan jauh dari rumah atau bahkan ditempatkan di luar kota. Itu adalah sekelumit cerita FA baru yang ditempatkan di cabang yang tidak sesuai dengan harapan mereka. Dalam hati seorang Financial Advisor mungkin saja terbesit sebuah perasaan bahwa ia hanya‘menumpang’di cabang Bank Mandiri, ia hanya dititipkan oleh AXA Mandiri untuk menjual asuransi kepada nasabahnya. Begitu banyak cerita teman-teman FA yang terkadang mendapatkan sambutan yang begitu baik dari cabang ataupun sebaliknya, DIABAIKAN.

Saya uraikan beberapa kendala yang mungkin dihadapi FA baru ketika penempatan.

  1. Ada meja tetapi tidak ada komputernya atau bahkan tidak ada keduanya.
  2. Ada komputer tetapi aplikasi belum terinstal atau hardwarenya (keyboard/ mouse/ monitor/ printer) rusak dan tidak ada teknisi yang bisa membantu.
  3. Formulir, brosur dan kelengkapan yang dibutuhkan belum dikirim dari pusat.
  4. Staff cabang jaim, cuek, sok sibuk bahkan ada yang anti terhadap asuransi.
  5. AC terlalu dingin berada tepat dibawah meja FA.
  6. KondisiBanking Hallyang terlalu sempit sehingga sulit untuk melakukan pendekatan dengan nasabah.
  7. Nasabah potensial sudah digarap FA sebelumnya.
  8. FA Senior yang ditempatkan bersama dalam satu cabang dengan FA Baru mencoba memonopoli nasabah.

Kendala diatas hanya sebagian kecil dari kendala-kendala yang dihadapi FA di cabang, begitu banyak cerita dari mereka. Tidak jarang dalam satu cabang terdapat lebih dari 1 FA, hal ini justru sering kali menjadi hambatan bagi FA baru untuk mencari nasabah, belum lagi pada minggu-minggu awal FA biasanya baru mencoba beradaptasi dengan lingkungan cabang. Teman, bagaimana perasaan kalian membayangkan kondisi tersebut diatas? jika kalian sejauh ini merasadown / drop /hilang semangat setelah membaca blog ini maka kalian harus mempertimbangkan lagi keputusan untuk bergabung dengan AXA Mandiri, dengan artikel ini saya berharap kalian akan lebih mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai kendala dilapangan sebelum bekerja dan ketika menawarkan asuransi kelak tentunya.

Pentingnya Staff Cabang Bagi Financial Advisor

Teman, kita sadar betul bahwa Kerja Sebagai Financial Advisor Juga Punya Target dan kita juga tahu bahwa Financial Advisor (FA) ditempatkan (menumpang) di cabang-cabang Bank Mandiri ataupun Bank Syariah Mandiri. Oleh karena itulah FA harus benar-benar menjaga hubungan baik dengan semua jajaran staff cabang mulai dari OB, Kurir, Satpam,Driver , CS,Teller , Marketing,Back Officehingga Kepala Cabang. Tanpa menjaga hubungan yang baik dengan mereka dapat dipastikan hidup FA tidak akan bertahan lama, karena nyawa FA berada ditangan mereka !

Ketika hubungan Financial Advisor (FA) tidak begitu baik terhadap salah satu staff cabang maka bisa dipastikan hal tersebut dapat berpengaruh pada penilaian ataupun sikap staff cabang yang lain terhadap FA. Kerja cerdas, itulah yang selalu didengung-dengungkan olehArea Sales Manager(ASM) kepada Financial Advisor (FA), ”Dekati staff cabang agar mendapatlead(referensi)”. Staff cabanglah yang paling mengetahui nasabah mana yangberduitdan berpotensi membeli polis asuransi, dengan mendapatkan referensi dari mereka maka dapat dipastikan pencapaian target FA akan terasa lebih mudah.

Bagaimana teman, sudah tahu pentingnya staff cabang bagi FA? tanpa bantuan mereka FA harus kerja keras, menawarkan asuransi kepada setiap nasabah yang masuk ke dalam bank, padahal FA tidak tahu nasabah mana yang potensial, FA tidak bisa menilai nasabah dari pakaiannya karena faktanya banyak nasabah berpakaian lusuh namun saldo rekeningnya banyak, FA tidak bisa menilai kemampuan nasabah untuk membeli polis asuransi tanpa ngobrol langsung dengan nasabah atau tanpa bantuan staff cabang.

So, menjadi Financial Advisor tidak mudah bukan teman? belum lagi kendala yang dihadapi dicabang, siap menjadi Financial Advisor?

Kerja Sebagai Financial Advisor Juga Punya Target

Teman, sebelumnya kita telah mengetahui Beda Agen Asuransi dengan Financial Advisor, sejauh ini bagaimana gambaran kalian tentang Financial Advisor? semoga tulisan saya dapat memberikan pencerahan bagi kalian sebelum bergabung bersama PT. AXA Mandiri Financial Services (PT. AMFS) sebagai Financial Advisor. Seperti yang teman ketahui pekerjaan dibidang penjualan ( sales)pasti memiliki target, begitu juga dengan pekerjaan sebagai Financial Advisor. Target FA baru setiap bulannya harusclosing(menjual polis asuransi) sebanyak 3-6 polis dengan nilai closing yang ditentukan oleh perusahaan. Ada target tentunya ada tekanan, ada tekanan tentunya ada stress. Target diatas ada yang bilang sulit, ada juga yang bilang mudah, bagaimana dengan kalian?

Dalam struktur organisasi tepat diatas posisi Financial Advisor ada Area Sales Manager (ASM) diatas ASM ada Regional Sales Manager (RSM) target RSM ditentukan oleh beberapa ASM dibawahnya sedangkan target ASM ditentukan oleh beberapa Financial Advisor (FA) dibawahnya. Jika RSM tidak mencapai target tentunya ia akan menekan ASM untuk memperbaiki kinerja timnya, tebak apa yang terjadi ketika ASM sudah ditekan oleh RSM? benar sekali tebakan kalian teman, ASM pun akan menekan FA yang tidak mencapai target. Lalukapan tekanan itu didapat oleh FA?mohon maaf teman, kalian harus tahu kenyataan pahitnya, FA mendapatkan tekanan dari ASM setiap hari, saya ulangi SETIAP HARI. Kinerja FA dinilai atau dievaluasi setiap hari dan dibandingkan dengan kinerja ataupun pencapaian FA lain dalam satu tim, FA harus benar-benar kuat ketika melihat pencapaian teman-teman lain dalam satu tim luar biasa sedangkan pencapaiannya nol atauzero production , saat itulah mental FA mulai diuji.

Teman, jika kalian tipe orang yang tidak kuat menghadapi tekanan, jika kalian tipe orang yang menangis ketika dimarahi oleh atasan, jika bidang penjualan bukanlah bagian dari diri kalian, jika kalian merasa tidak memiliki bakat menjual, jika kalian tidak tahan menghadapi penolakan, jika kalian termasuk pribadi yang gampang stress, saya sarankan untuk tidak bergabung dengan AXA Mandiri sebagai Financial Advisor, tutuplah blog ini sekarang juga dan mundurlah dengan terhormat dari proses rekrutmen FA sebelum kalian menandatangani kontrak kerja. Namun jika ternyata kalian masih bersemangat untuk menjadi bagian dari AXA Mandiri maka teruskan membaca blog ini karena kalian wajib mengetahui Pentingnya Staff Cabang Bagi Financial Advisor.

Beda Agen Asuransi dengan Financial Advisor

Teman, sebelum membaca tulisan ini pastikan kalian sudah mendapatkan gambaran tentang Apa itu Financial Advisor AXA Mandiri. Mendengar nama AXA Mandiri saya langsung teringat dengan satu kata yaituasuransi . Tepat sekali, produk perusahaan ini adalah asuransi yang memiliki nilai investasi. Financial Advisor ditempatkan di setiap cabang Bank Mandiri ataupun Bank Syariah Mandiri yang tersebar di seluruh Indonesia dimana tugasnya adalah menawarkan asuransi kepada nasabah bank tersebut.

Apa bedanya dengan Agen Asuransi?Perbedaan mendasar Financial Advisor dengan Agen Asuransi hanya pada tempat, Financial Advisor bertugas di Bank, itu saja. Lalu,apakah financial advisor mencari nasabah dil


Category: Advisor

Similar articles: